Thursday, May 6, 2010

Pinjaman Rekening Koran vs Pinjaman Konvensional

Bila sebuah Bank atau lembaga keuangan atau teman sendiri menawarkan pinjaman kepada anda. Apa yang harus anda perhatikan dalam mengambil keputusan mengenai tawaran tersebut ?

Banyak pengusaha melihat faktor Bunga dan tempo pembayaran. Artinya semakin rendah bunga dan panjang tempo kreditnya maka tawaran pinjaman tersebut manarik untuk digunakan.

Tidak salah pendapat di atas. Namun hanya mengandalkan dua faktor tersebut tidaklah tepat. Satu faktor yang harus diperhatikan adalah cara mengangsur. Cara mengangsur ini yang sebenarnya sangat berpengaruh langsung terhadap kondisi keuangan anda.

Cara mengangsur Konvensional.

Cara mengangsur konvensioanl adalah angsuran yang dibayarkan setiap bulannya, yang terdiri dari dua pos yaitu cicilan pokok utang dan bunga. Pinjaman ini biasanya dikenakan oleh bank untuk pinjaman modal kerja dan pinjaman konsumtif.

Mari kita lihat efek angsuran konvensional ini pada laba rugi dan cash flow anda. Misalkan : Pak A meminjam di bank dengan bunga 12 % per tahun dengan suku bunga tetap. Dalam satu bulan Pak A harus membayar cicilan sebesar 2.000.000 untuk cicilan pokok dan bunga sebesar 500.000. Jadi selama satu bulan ada outcashflow yang keluar dari kantung pak A sebesar 2.500.000 rupiah.

Apa efeknya terhadap laba rugi ? Efeknya hanya tampak biaya bunga di sana. misal :

Pendapatan penjualan 30.000.000

Harga Pokok Produksi 25.000.000

Laba kotor 5.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Laba bersih 1.500.000

Nah bagaimana dengan posisi cashflow operasional usaha Pak A ?

Kas masuk

Penjualan 30.000.000

Kas Keluar

Beli material 25.000.000

Bayar pokok utang 2.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Sisa cashflow - 500.000

dari simulasi sederhana di atas artinya usaha Pak A mengalami defsisit cash flow sebesar 500.000 dalam bulan itu.

Cara angsur Rekening Koran ( R/K )

Rekening koran merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Bank kepada debitur. Kelebihan dari fasilitas pinjaman ini adalah bunga yang dikenakan hanya untuk berapa besar yang digunakan dari plafond kredit yang diberikan. Misalnya, anda diberikan plafond sebesar 100 juta, namun hanya digunakan sebesar 50 juta , maka bunga yang dikenakan hanya pada pinjaman sebesar 50 juta, bukan 100 juta.

Normalnya, anda pun perlu membayar cicilan pokok dan bunga dalam mengangsur. Namun bila kondisi keuangan belum memungkinkan, anda boleh membayar bunga nya saja.

Mari kita lihat simulasi sederhana untuk kasus Pak A di atas.

Apa efeknya terhdap Laba rugi ?

Tidak ada efek yang berbeda dengan penggunaan cara angsur konvensional. Hasilnya sama.

Bagaimana dengan cashflow atau aliran kas operasional ?

Nah kalau yang ini jelas memiliki efek atau dampak yang berbeda dari cara konvensional. Mari kita lihat

Kas masuk

Penjualan 30.000.000

Kas Keluar

Beli material 25.000.000

Biaya tetap 2.000.000

Biaya variabel 1.000.000

Biaya bunga 500.000

Sisa cashflow 1.500.000

Jika menggunakan cara konvensional, terdapat negatif cashflow sebesar 500 ribu, maka dengan mengunakan fasilitas pinjaman R/K, cashflow menjadi positif. Kok bisa ? Bisa, Karena anda tidak wajib membayar pokok pinjaman. Anda hanya membayar bunganya saja, bila kondisi keuangan anda tidak memungkinkan.

Sekali lagi , jika ada penawaran pinjaman dari kreditur, saran saya perhatikan juga cara mengangsur. Pilihlah cara angsur seperti rekening koran. Cara ini cocok digunakan bagi anda yang baru saja memulai usaha.

Bagaimana tips memperoleh fasilitas ini ? Kita lanjutkan lain waktu ya.

PINJAMAN tanpa jaminan

SEKARANG ANDA BISA MENDAPATKAN KEMUDAHAN FASILITAS PINJAMAN DENGAN MUDAH TANPA HARUS MENGGUNAKAN JAMINAN MULAI DARI 8-200 JUTA HANYA DENGAN SUKU BUNGA SERENDAH 1,59%-1,89%(FLAT/BULAN) TERGANTUNG DARI BESARNYA PINJAMAN ANDA,SERTA MASA PINJAMAN YANG DAPAT ANDA TENTUKAN SENDIRI DARI 1-3 TAHUN.PROSES PERSETUJUAN INSTANS HANYA DALAM WAKTU 3-5 HARI KERJA.

SYARAT DAN KETENTUAN :
1> WNI BERUSIA 22-60 TAHUN
2> COPY KTP/PASSPORT
3> WAJIB MEMPUNYAI REFRENSI KREDIT SEPERTI: KARTU KREDIT/CICILAN MOTOR/MOBIL/RUMAH/APARTEMENT ATAU PINJAMAN DR BANK LAIN SALAH SATU UNTUK DILAMPIRKAN SEBAGAI REFRENSI.
3> MEMPUNYAI SUMBER PENGHASILAN,KARYAWAN CUKUP LAMPIRKAN SLIP GAJI 3 BULAN TERAKHIR JIKA DI PERLUKAN OR SURAT KETERANGAN PENGHASILAN.
4> WIRASWASTA MELAMPIRKAN COPY LEGALITAS USAHA SERTA REKENING TABUNGAN 3 BULAN TERAKHIR.
SAATNYA ANDA DAPATKAN KEMUDAHAN FASILITAS PINJAMAN TANPA JAMINAN CEPAT DAN MUDAH UNTUK BERBAGAI KEBUTUHAN ANDA..AYO SEGERA WUJUDKAN MIMPI ANDA.UNTUK PENGAJUAN HARAP ANDA HUBUNGI: ALAN 021-5068.8880.

namanya PRK. Mau tau…??? …>>> was: Tanya Skema Pinjaman.

pak Khanif….,

PRK untuk perorangan…., BISA. saya pernah dapat dari xxxx tahun 2004-an.

PRK untuk usaha tak berbadan-hukum…., BISA.
PRK yang saya miliki bisa menggunakan nama pribadi atau PT, tapi saya menggunakan nama PT karena
>>>> saya sedang membangun track record PT saya…..

yang penting anda harus bisa membuktikan KONDISI KEMAMPUAN financial anda SEKARANG…. bukan yad… bukan nanti….

untuk membuktikan KONDISI KEMAMPUAN financial, anda minimal harus memiliki catatan Arus-Kas dan catatan Harta….

catatan Arus-Kas (untuk usaha yang belum berbadan-hukum)…., anda bisa membuktikan jika anda menggunakan cara yang “benar”, liat keterangan saya di bawah.

sedangkan, catatan Harta…., anda bisa membuktikan dengan menunjukan “surat kepemilikan” harta anda…. ini ngak masalah khan….!!!

Bagaimana cara “membuktikan” kondisi kemampuan financial kita dari bisnis yang kita jalani TAPI belum berbadan-hukum (untuk catatan Arus-Kas)….????

cara yang paling MUDAH adalah….
>>> semua transaksi HARUS melalui bank…!!!

anda bisa buka rekening tabungan atau giro di bank mana aja….,
lalu SETIAP transaksi, berapapun besarnya anda masuk dan keluar-kan melalui rekening bank tsb….(klo bisa jangan ganti2 bank, bangun dulu track record anda)….

contoh biz voucher HP saya… (yang tidak berbadan-hukum)….

saya bikin rekening Tabungan a/n saya pribadi….

hari ini penjualan voucher 500ribu dan pembelian stok voucher 450ribu, untung 50ribu….
maka saya setor ke rek Tabungan 500ribu dan pada saat yang sama saya ambil 450ribu…. untuk beli stok….

maka dalam 1 bulan (30hari) uang yang berputar di rek Tabungan saya adalah 30 x 500ribu = 15,000,000/=….

bandingkan jika (biasanya karena alasan praktis), anda hanya setor keuntungannya aja….,
maka putaran di rek Tabungan dalam sebulan HANYA 30 x 50ribu = 1,500,000/=

dari cara mencatat di atas…, maka…

cara pertama, anda bisa membuktikan bahwa anda memiliki “putaran” uang SEBESAR 15juta per bulan….

cara kedua, bank melihat anda HANYA memiliki putaran uang sebesar 1,5juta per bulan. anda boleh beeerrrrr-debat, beerrrr-argumentasi dengan petugas bank……, tapi yang “terbukti” (yang tersurat dan tersirat) di buku rekening bank anda HANYA 1,5juta….

tentunya yang ke-1 akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman lebih besar…..

KEDUA….,

Petugas bank lebih “mengakui”, lebih “menghargai” catatan dibuku (rekening) bank anda…. walaupun mungkin buku tsb udah lecek, kumel, basah, bau lagi…. karena setiap hari digunakan…. untuk setor dan ambil…. setor, ambil…. setor,setor,setor, ambil,ambil,ambil…. set,bil…set,bil… dst.dst.dst….

DARIPADA…. hasil catatan anda sendiri yang ditulis di file Excell menggunakan font yang bagus dan lalu di print menggunakan laser printer dengan menggunakan warna yang menarik….!!!!

kenapa mereka lebih menghargai yang pertama….????
karena buku rekening tsb dibuat oleh bank…. bukan oleh anda sendiri…..

wah…. saya jadi ngelantur ke-mana2….

INTI-nya BISA pak, tapi perhatikan caranya….

semoga bermanfaat.

salam,
BUDI Rachmat

yang mirip-mirip sich ada….!!!

namanya PRK = Pinjaman Rekening Koran.
PRK adalah “plafon pinjaman” atau “pinjaman dengan plafon”.

Skemanya kurang-lebih sbb;

Anda mendapatkan fasilitas PRK sebesar 100juta dari bank anda.
fasilitas tsb adalah “standby loan”, maksudnya;

- anda HANYA membayar bunga dari dana yang DITARIK.

jika anda ambil/tarik 50juta (pokok pinjaman), maka anda wajib membayar bunga untuk 50juta (atau dari sisa pinjaman yang belum dicicil/dilunasi) tsb sampai dengan pokok pinjaman tsb anda kembalikan/lunasi. untuk melunasi pokok pinjaman, tidak ada aturan cicilan yang ‘baku”.misalnya;
… setiap hari anda cicil 1juta, boleh…
… hari ini anda cicil 10juta besok ngak, boleh…
… hari ini anda cicil 10juta besok 1juta, boleh…
untuk membayar bunga-nya juga bisa menggunakan “sisa plafon” yang masih “standby”… tapi ati2 ya…. jangan sampe ke-bablasan…..

Jangan lupa, anda WAJIB membayar bunga dari sisa pinjaman yang belum anda lunasi.

JIKA uang tsb anda gunakan untuk jual-beli mobil (misalnya) anda tarik hari ini, belikan mobil, di-rapihkan, minggu depan dijual 60juta…. anda kembalikan pokok pinjamannya… anda kantongi ke-untungan yang 10juta.
Anda hanya akan dibebani kewajiban membayar bunga bank untuk masa 1 minggu.

>>> JADI anda bisa ber-biz/berdagang/ber-usaha dengan modal “dengkul”….!!!

HANYA untuk mendapatkan “dengkul”…. ech…. untuk mendapatkan PRK seperti tsb di atas diperlukan “performance” yang baik.

Bagaimana dengan aplikasinya…..?
yang sesuai dengan KENYATAAN yang dilakukan, bukan sekedar TEORI aja….

ceritanya begini….

- saya ber-investasi pada biz ritel ke-1 dengan menggunakan (membentuk) badan-hukum (PT). saya sebagai owner dan berstatus DIREKTUR….. he…he…he…

- apa yang sedang saya kerjakan…., adalah membangun “track record” atau PERFORMANCE yang baik…..

- lalu, SATU SETENGAH tahun kemudian saya ambil fasilitas PRK……. dan saya investasikan dana tsb pada biz ritel ke-2.

>>> JADI biz ritel ke-2 saya “relatif” menggunakan modal DENGKUL….!!!

Mau tau cerita investasi lainnnya….???

maen2 dong ke www.WealthStrategyAlaKIYOSAKI.com

klo anda pikir bermanfaat, silahkan men-DAFTAR diri….. agar anda bisa mendapatkan tulisan2 saya lainnya…. gratis koq…..

gratis, mikir….
bayar, mikir….
kapan ACTION-nya…..???

semoga bermanfaat.

salam,
BUDI Rachmat

Produk Danamon Simpan Pinjam

Simpanan

Tabungan SI PINTER
Tabungan SI PINTER adalah produk tabungan Danamon Simpan Pinjam yang memberikan manfaat perlindungan asuransi serta memiliki keunggulan-keunggulan: gratis biaya administrasi bulanan, gratis asuransi jiwa (meninggal akibat kecelakaan) dengan uang pertanggungan sebesar 15x saldo minimum tabungan dalam satu bulan atau maksimal Rp 200 juta, proses mudah dan nyaman karena tidak perlu meninggalkan tempat usaha untuk membuka rekening maupun melakukan setoran karena petugas kami akan datang ke tempat Anda. Aman karena setiap melakukan transaksi menggunakan sidik jari dan dana Anda dijamin oleh pemerintah Indonesia melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Deposito DSP
Deposito DSP adalah produk simpanan berjangka Danamon Simpan Pinjam yang memberikan keuntungan bunga lebih besar dari tabungan dengan minimum penempatan Rp 1 juta. Deposito yang telah jatuh tempo dapat diperpanjang kembali sampai dengan periode tertentu. Sebagai bukti penempatan dana pada Deposito DSP, Anda akan mendapat bilyet deposito.

Pinjaman

  1. Dana Pinjam 50 (DP 50)
    Pinjaman angsuran berjangka yang dapat digunakan untuk tujuan modal kerja dan investasi dengan:
    • Jangka waktu pinjaman : 6 - 60 bulan.
    • Besar pinjaman : Maksimum 50 juta.
    • Waktu pencairan : 3 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap.
  2. Dana Pinjam 200 (DP 200)
    Pinjaman angsuran berjangka yang dapat digunakan untuk tujuan modal kerja dan investasi dengan:
    • Jangka waktu pinjaman : 6 - 60 bulan.
    • Besar pinjaman : 50 - 500 juta.
    • Waktu pencairan : 3 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap.
  3. Dana Talangan
    Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan untuk modal usaha atau keperluan lainnya dengan:
    • Jangka waktu pinjaman : 6 - 36 bulan.
    • Besar pinjaman : 2.5 - 50 juta.
    • Waktu pencairan : 2 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap.
  4. Dana Siaga
    Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan untuk modal usaha atau keperluan lainnya. Dana siaga diberikan kepada Anda yang memiliki track-record yang baik di bank maupun di lembaga keuangan.
    • Jangka waktu pinjaman : 6 - 36 bulan.
    • Besar pinjaman : 2.5 - 50 juta.
    • Waktu pencairan : 2 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap.
  5. PRK DSP
    PRK DSP adalah pinjaman rekening Koran Danamon Simpan Pinjam yang dapat ditarik kapan saja sesuai dengan kebutuhan Anda.
    • Jangka waktu pinjaman : 1 tahun (dapat di perpanjang).
    • Besar pinjaman : 50 - 500 juta.
  6. Solusi Modal
    Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan untuk modal usaha atau keperluan lainnya
    • Jangka waktu pinjaman : 6 - 36 bulan.
    • Besar pinjaman : 2.5 - 50 juta.
    • Waktu pencairan : 2 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap.
  7. Solusi Modal Khusus
    Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan bagi Nasabah Solusi Modal yang mempunyai track record baik di bank maupun lembaga keuangan.
    • Jangka waktu pinjaman : 6 - 36 bulan.
    • Besar pinjaman : 2.5 - 50 juta.
    • Waktu pencairan : 2 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap.

Wednesday, May 5, 2010

Bagamana Pengalaman Saya Menghadapi DEBT COLLECTOR
Rahasia Mengubah Hutang Menjadi ASET
Mengapa Properti Penting Sebagai BACKUP Bisnis Anda
Trik Anggunkan Rumah Tanpa RESIKO Di Sita
Bagaimana Menggunakan Hutang Sebagai DAYA UNGKIT

Thursday, April 29, 2010

Berhutang Itu Mulia

hloanDalam sebuah program pelatihan entrepreneur yang diadakan Entrepreneur University, beberapa waktu lalu, saya ditanya peserta, “Bagaimana cara kita berwirausaha namun tidak punya modal?” Saya jawab, “kuncinya, BODOL!” Itu singkatan “Berani, Optimis, Duit, Orang lain.

Maksudnya, bila kita berani menjadi wirausahawan atau Entrepreneur, tentunya kita harus punya keberanian. Tak hanya berani mimpi, tapi juga berani mencoba, berani gagal, dan berani sukses. Saya kira hal ini penting dan harus kita miliki. Selain itu, kita juga harus optimis, maka akan selalu yakin akan masa depan, yakin pada kemampuan, dan juga menghentikan alur pemikiran yang negatif.

Dan, kita janganlah mudah percaya pada mitos yang mengatakan, bahwa usaha ini tak mungkin dimulai dengan modal dengkul. Begitu pula mitos yang mengatakan, bahwa modal dengkul berarti mulai kecil – kecilan. Saya percaya, bahwa kalau kita yakin akan bisnis yang kita lakukan, pastilah bisa jalan. Kalaupun nanti di tengah jalan kita kesulitan modal, anggaplah itu wajar saja dalam bisnis. Sebab, sesungguhnya salah satu ciri usaha atau bisnis kita berkembang adalah selalu saja kekurangan modal. Bila bisnis kita bertambah maju dan omzet naik, maka dituntut pula menyediakan modal tambahan.

Singkatnya, dengan omzet naik, kita dihadapkan pada kesulitan modal, kita butuh duit. Duit itu dapat dari mana? Jika punya warisan dan simpanan banyak tak masalah. Jika tidak ada? Duit itu bisa kita dapat dari duit orang lain atau hutang. Apalagi yang namanya modalnya Entrepreneur adalah dengkulnya. Maka tak punya dengkulpun, bisa meminjam dengkul orang lain. Atau katakanlah, akhirnya hutang di bank, atau kita dapat hutang berarti itu membuktikan bahwa kita memang dipercaya. Credible…

Sehingga semakin besar hutang kita pada bank dan tidak macet, maka semakin besar pula kepercayaan bank pada kita. Sehingga bonafiditas seorang entrepreneur diukur dari seberapa besar hutang yang didapatnya, dan kita semakin dihormati. Sebab, bunga hutang kita itupun digunakan untuk membiayai operasional bank tersebut, termasuk gaji para karyawan dan bunga para penabung.

Ingat, bisnis bank salah satu sumber pendapatannya dari bunga pinjaman. Bahwa dengan kita berhutang yang digunakan untuk mengembangkan usaha, maka tentu saja hal itu tak mustahil akan meciptakan lapangangan kerja baru. Itu sangant bermanfaat. Apakah itu, namanya tidak mulia?

Bicara soal hutang, saya jadi teringat pada pada metabolisme tubuh manusia. Agar metabolisme tubuh kita berjalan baik, tentu saja aliran darahnya juga harus baik dan stabil sesuai kebutuhan organ-organ tubuh kita. Kalau kurang darah tentu saja perlu di atasi dengan cara tambahan darah. Nah, utang itulah saya ibaratkan darahnya.

Memang yang namanya hutang di bank ini ada resikonya. Tapi semuanya itu dianggapnya perjuangan. Perjuangan adalah hari-hari yang dijalani oleh seorang entrepreneur. Saya sendiri sangat merasakan hal itu. Tapi anggaplah resiko itu sesuatu yang harus senantiasa diperhitungkan, namun tidak perlu kita takuti. Asal saja, hutang atau tambahan modal usaha itu betul-betul digunakan untuk kepentingan bisnis dan bukan untuk kepentingan konsumtif. Memang, kita dituntut pintar dan seefektif mungkin menggunakannya. Sehingga kita dapat membayar utang tepat waktu.

Saya dan Anda, mungkin sama-sama yakin betul, bahwa seorang Entrepreneur yang cerdas pasti bisa memanfaatkan hutang itu sebaik mungkin. Alasannya adalah dia seorang pekerja keras, tekun, tak mudah puas, berani bersaing, gerak langkahnya cenderung mengejar prestasi terbaik, dan berani mengambil resiko, termasuk berhutang budi.

Itu sebabnya, mengapa dia lebih mampu menangkap dan memanfaatkan peluang apa pun dengan baik, termasuk tentunya kejeliannya dalam berhutang. Maka tak mustahil, Kalau seorang entrepreneur tidak berhutang hidupnya pun terasa hampa. Karena baginya, berhutang pun tetap mulia. Ya, itulah entrepreneur.

Bangun Bisnis, Beli Properti

rumah-bangkaAda satu petuah bisnis menarik yang diajarkan oleh Robert T. Kiyosaki, penulis buku “Rich Dad, Poor Dad”, yang jadi Best Seller. Petuah itu bunyinya, “Setelah kita sukses membangun bisnis maka jangan lupa beli properti. Selain kita punya penghasilan dari bisnis yang kita jalankan, kita juga akan mendapat untung dari gain kenaikan nilai properti itu”. Saya kira, Kiyosaki benar. Petuah itu sebenarnya merupakan kata kunci yang menjadi sebab, mengapa orang kaya semakin kaya. Oleh karena orang kaya yang cerdas selalu membeli properti yang setiap waktu akan terus berlipat nilainya, itulah yang membuatnya semakin kaya.

Namun, jauh sebelum membaca buku itu, sebagai entrepreneur saya sudah mempraktikkan ajaran itu sejak dulu. Oleh karena itu, ada petuah tambahan yang bisa saya berikan untuk anda dalam membeli properti dari hasil keuntungan sukses bisnis yang anda bangun. Dalil bisnisnya berbunyi, “Kalau anda berniat membeli properti, janganlah sesuai kemampuan dana yang tersedia. Bahkan lebih baik belilah properti dengan utang bank. Oleh karena semakin sedikit uang yang anda keluarkan untuk membeli properti, semakin besar keuntungan anda”.

Jelaslah, kalau kita punya dana Rp 400 juta janganlah membeli properti pas senilai dana yang kita punya. Bukankah membeli properti tidak harus tunai. Bisa dengan cara kredit. Jadi sebaiknya pecahkanlah RP 400 juta anda untuk 4 properti, misalnya masing-masing cukup anda bayar uang muka pembeliannya sebesar Rp 100 juta, sisanya Rp 300 juta dari bank. Nah, kalau anda hanya membeli satu properti senilai Rp 400 juta, maka lima tahun kemudian anda hanya akan menerima keuntungan berlipat-nya harga dari satu properti saja. Tapi kalau empat properti, lima tahun kemudian satu properti anda yang semula Rp400 juta telah berlipat menjadi Rp 2 milyar. Sehingga 4 properti menjadi 8 milyar.

Barang kali anda bertanya, mengapa membeli properti dengan utang lebih menguntungkan? Ada baiknya kita simak saran bisnis dari Dolf De Roos, konsultan ayah kaya Robert T. Kiyosaki dalam bukunya, “Real Estate Riches” Dolf menulis, “Saya tidak membeli properti untuk membeli tanahnya, karenaitu tidak produktif. Saya tidak membeli properti untuk bangunan gedung karena butuh maintenance. Dan, saya tidak membeli properti untuk disewakan karena butuh manajemen. Alasan terkuat saya membeli properti adalah untuk mendapatkan utang. Alasannya sederhana, “Jumlah utang selalu sama, tetapi nilai aset terus melambung”.

Dengan memetik petuah bisnis tersebut, saran saya, kita sebaiknya jangan takut berhutang ke bank untuk membeli Properti. Ubahlah mindset, bahwa utang akan mengundang masalah bagi anda. Memang untuk belajar memupuk rasa percaya diri dalam berhutang bolehlah memulai dengan nilai kecil. Tapi, sekali anda berhasil bukan anda yang mencari utang ke bank, tapi bank yang justru akan mencari anda supaya mengambil utang.

Tak salah kalau lantas muncul canda di kalangan entrepreneur bahwa, “kalau anda berani utang Rp 50 juta, andalah yang punya masalah. Tapi kalau anda berani utang Rp 50 milyar. Bank yang akan punya masalah. Percayalah, semakin sering kita berani utang, maka bank akan semakin percaya pada bisnis kita.” Anda berani mencoba?

Mitos Hutang…

14__the_loanMitos atau anggapan “hutang ini buruk”, bisa benar bisa salah. Benar hutang itu buruk, apabila kita berhutang terlalu banyak, hanya untuk keperluan konsumtif. Tetapi apabila utang itu kita manfaatkan untuk melakukan bisnis atau usaha, maka anggapan hutang itu buruk adalah salah. Saya sepakat, kalau kita mempunyai hutang pribadi, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan. Jangan banyak-banyak. Dan pastikan hutang kita itu ada yang membayar.

Dalam berbisnis, kalau bisnis kita mulai berkembang, pasti sangat membutuhkan tambahan modal kerja maupun investasi. Kalau kita mau maju, maka hutang untuk bisnis bukan suatu masalah, justru sangat perlu. Asal kita bisa menggunakannya secara tepat, hal itu justru akan membuat bisnis kita lebih berkembang. Sebagi contoh, kita punya modal Rp 10 juta. Dari modal itu kita untung 20%, maka keuntungan yang kita peroleh Rp 2 juta. Namun kalau dari Rp 10 juta kita bisa mendatangkan tambahan modal Rp 90 juta dari hutang, sehingga modal menjadi Rp 100 juta, maka keuntungan kita yang 20% menjadi Rp 20 juta. Dari sini kita bisa membandingkan berapa keuntungan kita sebelum dan sesudah mendapat modal dari luar. Itu hitungan sederhana.

Banyak cara untuk mendapatkan hutang. Misalnya melalui bank. Tetapi bank dalam memberikan pinjaman pasti melihat kredibilitas kita. Kalau bisnis kita baik, mengapa kita takut hutang. Karena dengan tambahnya modal, maka bisnis kita akan menjadi lebih baik. Sehingga dengan berkembangnya bisnis kita, dampak positifnya dapat membuka lapangan kerja baru.

Kredit modal kerja adalah salah satu bentuk hutang yang bisa kita manfaatkan. Dan modal itu bisa kita pakai terus, karena sistemnya Rekening Koran, dimana kita membayar bunga dari saldo pinjaman yang kita pakai. Setiap jatuh tempo bisa diperpanjang. Bahkan kalau bisnis kita semakin maju, maka kita dapat mengajukan tambahan kredit lagi sesuai kebutuhan. Yang penting dalam berhutang tidak ada sedikitpun pikiran atau niat untuk ngemplang atau tidak membayar. Kita harus punya niat baik menepati kesepakatan perjanjian kredit dengan bank.

Perlu kta ketahui, pihak Bank sendiri dalam operasionalnya selalu menghimpun dana. Kedua fungsi ini harus seimbang. Dalam penyaluran kredit, pihak Bank sendiri mengharapkan adanya keuntungan demi kelancaran operasional dan peningkatan kesejahteraan karyawan, serta perkembangan bank itu sendiri. Sedang bagi kita yang memanfaatkan kredit sehingga bisnisnya berkembang, maka dampak positifnya, kesejahteraan karyawan akan meningkat. Disinailah perlunya, pihak bank dan pengusaha saling kerjasama, saling memberikan dukungan.

Sebenarnya, seorang yang mempunyai citra buruk dalam ber-hutang, pada dasarnya disebabkan orang tersebut ingkar janji, tidak bisa membayar atau bahkan ngemplang tidak mau membayar. Tetapi ada pula citra buruk diciptakan oleh mereka yang tidak percaya untuk mendapatkan hutang. Sehingga sebagai kompensasi kejengkelannya, mereka menyebarkan isu, bahwa hutang itu buruk. Anggapan seperti itu seharusnya tidak perlu terjadi, karena apa yang kita lakukan itu demi kemajuan bisnis kita. Sayangnya, sebagian besar masyarakat percaya tentang hal itu. Padahal kalau kita mau eksis dan maju dalam berbisnis, salah satu jurus yang jitu adalah harus mau dan mampu memanfaatkan dana dari pihak lain. Untuk melakukan ini memang dituntut keberanian dan rasa optimis. Bisa saja kita punya rasa optimis justru dengan modal sendiri, walaupun ada yang mengatakan, bisnis dengan modal sendiri berarti kita egois, tidak sosial, tidak mau bagi-bagi keuntungan. Dan dari aspek spiritual, menurut saya, semakin banyak kita melibatkan dana orang lain untuk mengembangkan bisnis, maka semakin banyak pula orang ikut mendo’akan bisnis kita. Sebaliknya, kalau bisnis kita menggunakan modal sendiri, maka yang mendo’akan bisnis kita hanya kita sendiri. Berani mencoba?

Hutang Berlipat, Kekayaan Meningkat

miming pMiming Pandai mengelola hutang baiknya sehingga omset perusahaannya mencapai puluhan miliar hanya dalam waktu dua tahun. Bagaimana?

Perasaan apa yang dialami oleh seseorang ketika ber hutang pada bank? Malukah atau merasa khawatir tidak mampu membayar angsuran? Kedua perasaan itu pernah saya alami dua setengah tahun yang lalu, kenang Miming Pangarah, pemilik perusahaan percetakan asal Bandung, Indoprint. Bila sekarang, berapa pun besarnya jumlah hutang yang di tawarkan pasti saya akan ambil, tukasnya. Pada tahun 2002 Miming hanyalah pengusaha biasa dan belum dikenal sukses seperti sekarang.

Baru setelah dia mendapatkan berkah dari ‘bermain hutang bank’ namanya berkibar khususnya di kalangan komunitas Entreprenur University (EU). Saya belajar bagaimana caranya agar uang dapat bekerja untuk kita, ungkapnya. Sebelum ini, saya hanya mempunyai hutang sekian puluh juta, dan pada waktu itu saya hanya berfikir bagaimana caranya agar hutang saya lunas. Saya berbuat bagaimana menutupi hutang, ternyata itu adalah cara yang salah! katanya.

Belajar dari pentolan EU, yakni Purdi E Chandra, ia baru paham di dalam menjalankan bisnis yang lebih tepat adalah bukan berusaha bagaimana agar hutang-hutang menjadi lunas, tetapi sebaliknya adalah bagaimana agar bisa mendapatkan hutang lebih besar dari utang tersebut. Maka ketika dia hanya memiliki hutang kecil, ia mengaku mesti bekerja menjaga toko mati-matian agar bisa menutup tanggungan angsuran bulanan. Kebalikan dengan sekarang, besarnya bunga yang harus saya bayar per bulan kepada bank kira-kira Rp 60 juta, tetapi bukan saya yang membayar, karena keuntungan bisnis yang berjalan itulah yang menutup sendiri, paparnya. Logikanya sederhana. Hitungan kasar bunga bank adalah sekitar 1,5% besarnya tiap bulan. Sedangkan profit yang didapatkan dari bisnis paling tidak adalah 5% dan bisa lebih. Dari situ besar bunga yang mesti ditanggung sudah tertutup masih ditambah sisa keuntungannya. Meski selisih hanya 3,5% itu sudah cukup besar bila dikalikan dengan jumlah hutang sebesar Rp 500 juta, misalnya.

Mengenai resiko kredit macet karena bisnis yang tidak bisa jalan atau merugi Miming menepis bahwa kemungkinan itu kecil terjadi asalkan pengusaha disiplin dalam mengelola manajemen keuangan. Prinsip yang harus dipegang bahwa menggunakan kuncuran kredit untuk keperluan konsumtif adalah tabu dilakukan. Ia mewanti-wanti bila orang sudah mulai berani menggunakan sekian ribu uang dari bank untuk di luar kepentingan bisnis, maka hal sembrono itu akan terus terulang dalam jumlah yang makin membesar. Saya pastikan bahwa dia akan bangkrut, ancamnya. Miming membenarkan bahwa masalah yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha tingkat UKM ketika berhubungan dengan bank adalah tidak bisa meyakinkan pihak pemberi utang. Maka sejak awal hendak mengajukan keredit ia telah menerapkan pembukuan yang mengikuti standar berikut neraca dan rekening koran. Laporan ke uangan kita buat bagus sehingga bank percaya sama kita, ujarnya. Soal agunan? Bukan masalah, karena aset yang di miliki itulah yang diagunkan, Sehingga resiko tidak ada, karena paling-paling ruko saya yang diambil, ucapnya enteng.

Saat ini ia mengaku sudah mempunyai lima buah ruko dan sedang membangun pabrik percetakan sendiri, di samping membuka usaha yang lain yaitu beberapa buah salon yang di waralabakan, BPR, usaha sablon, dan juga telah membeli franchise Primagama. Sehingga total asset yang di miliki adalah sekitar Rp 7 miliar yang di capai hanya dalam tempo 2,5 tahun. Sedangkan total kredit mencapai sekitar Rp 3,5 miliar besarnya. Ketika dulu saya takut sama bank, omset bisnis saya kira-kira cuma Rp 150 juta setahun, sekarang ketika saya berani menggunakan hutang bank omset saya sudah di atas 10 miliar setahun, tuturnya mantap. Kredit dalam jumlah besar tentu saja tidak bisa diharapkan dengan serta-merta. Saya juga mulai dari jumlah kecil, ujarnya. Pertamakali mengajukan kredit senilai Rp 30 juta, kemudian meningkat seiring dengan pertambahan aset yang di hasilkan dari kucuran dana sebelumnya. Maka perlu sekali untuk menjaga hubungan baik dengan tidak membuat kesalahan dengan bank, imbuhnya. Meski jaringan usahanya sudah mulai menggurita bukan berarti pembicara aktif EU tersebut mesti sibuk mengurusi bisnis tiap hari. Sebaiknya dia leluasa menjalani aktifitasnya berkeliling sebagai pembicara ke berbagai kota di seluruh Indonesia baik di Jakarta, Cilegon, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Palembang, Padang, Denpasar dan lain-lain. Saya adalah orang yang paling dicari setelah Pak Purdi, katanya. Sedangkan urusan bisnis ia telah mempercayaksan pada SDM yang menangani secara profesional. Saya menerapkan manajemen profesional termasuk untuk menggaji diri saya, tuturnya. Ia ingin meyakinkan bahwa kalau dengan apa yang dilakukannya dia bisa melakukan loncatan seperti sekarang, tentu orang lain akan bisa pula.

Saya hanya ingin merubah pikiran banyak orang bahwa bisnis itu tidak mesti memakai uang, yang penting butuh keberanian, tegasnya. Ditambahkan, Ketika seseorang sudah memiliki niat untuk berbisnis, pikirkan bisnis jenis usahanya dan jalannya. Artinya tidak bisa hanya dengan berangan-angan tetapi sambil diam saja.

Miming adalah Alumni EU Bandung

Loading...